Secara umum, ada dua faktor yang mempengaruhi berhasil tidaknya
pendakian gunung. Pertama, faktor ekstern atau faktor yang berasal dari
luar diri pendaki. Cuaca, kondisi alam, gas beracun yang dikandung
gunung dan sebagainya yang merupakan sifat dan bagian alam. Karena itu,
bahaya yang mungkin timbul seperti angin badai, pohon tumbang, letusan
gunung atau meruapnya gas beracun dikategorikan sebagai bahaya objektif
(objective danger). Seringkali faktor itu berubah dengan cepat di luar
dugaan manusia.
Tidak ada seorang pendaki pun yang dapat
mengatur bahaya objektif itu. Namun dia dapat menyiapkan diri menghadapi
segala kemungkinan itu. Diri pendaki, segala persiapan, dan
kemampuannya itulah yang menjadi faktor intern, faktor kedua yang
berpengaruh pada sukses atau gagalnya mendaki gunung.
Bila
pendaki tidak mempersiapkan pendakian, maka dia hanya memperbesar bahaya
subyektif. Misalnya, bahaya kedinginan karena pendaki tidak membawa
jaket tebal atau tenda untuk melawan dinginnya udara dan kencangnya
angin.
Tidak bisa ditawar, mendaki gunung adalah kegiatan fisik
berat. Karena itu, kebugaran fisik adalah hal mutlak. Untuk berjalan
dan menarik badan dari rintangan dahan atau batu, otot tungkai dan
tangan harus kuat. Untuk menahan beban ransel, otot bahu harus kuat.
Daya tahan (endurance) amat diperlukan karena dibutuhkan perjalanan
berjam-jam hingga hitungan hari untuk bisa tiba di puncak.
Bila
tidak biasa berolahraga, calon pendaki sebaiknya melakukan jogging dua
atau tiga kali seminggu, dilakukan dua hingga tiga minggu sebelum
pendakian. Mulailah jogging tanpa memaksa diri, misalnya cukup 30 menit
dengan lari-lari santai.
Tingkatkan waktu dan kecepatan jogging
secara bertahap pada kesempatan berikutnya. Bila kegiatan itu terasa
membosankan, dapat diselingi dengan berenang. Dua olahraga itu sangat
bermanfaat meningkatkan endurance dan kapasitas maksimum paru-paru
menyedot oksigen (Volume O2 maximum/VO2 max).
Latihan push up, sit up, pull up sebaiknya juga dilakukan untuk memperkuat otot-otot.
Saking semangatnya, pendaki muda kerap kali ingin segera mencapai
puncak,apalagi bila kegiatan itu dilakukan berkelompok. Persaingan untuk
berjalan paling cepat, paling depan, dan menjadi orang pertama memijak
puncak,sebaiknya ditinggalkan.
Mendaki gunung yang baik justru
melangkah perlahan dalam langkah-langkah kecil dan dalam irama tetap.
Dengan berjalan seperti itu , pendaki dapat mengatur napas, dan
menggunakan tenaga seefisien mungkin. Bagaimanapun mendaki merupakan
pekerjaan melelahkan. Selain itu, keindahan alam dan kebersamaan dalam
rombongan, sering menggoda pendaki untuk banyak berhenti dan
beristirahat di tengah jalan. Bila dituruti terus, bukan tidak mungkin
pendakian malah gagal mencapai puncak. Karena itu, cobalah membuat
target pendakian. Misalnya, harus berjalan nonstop selama satu jam, lalu
istirahat 10 menit, kembali mendaki selama satu jam dan seterusnya.
Lakukan hal ini hingga mencapai puncak atau hari telah sore untuk
berkemah. Pada medan perjalanan yang landai, target waktu seperti itu
dapat diganti dengan target tempat. Caranya, tentukanlah titik-titik
target di peta sebagai titik beristirahat.
Buatlah jadwal
rencana kegiatan sehingga waktu yang tersedia digunakan seefektif
mungkin dalam bergiat di alam. Jadwal itu memungkinkan pendaki
menghitung berapa banyak makanan, pakaian, peralatan harus dibawa, dan
dana yang harus disiapkan. Jadwal itu antara lain mencakup
keberangkatan, jadwal dan rute pendakian, kapan tiba di puncak, jadwal
dan rute pulang, dan seterusnya. Jadwal pendakian perhari dapat lebih
dirinci dengan berapa jam jatah pendakian, pukul berapa dimulai dan
kapan berhenti serta seterusnya.
Untuk menghindari beban bawaan
terlalu berat, hindari membawa barang-barang yang tidak perlu.
Misalnya, cukup membawa baju dan celana tiga atau empat stel meski
pendakian memerlukan waktu cukup lama. Satu stel pakaian dikenakan saat
berangkat dari rumah hingga kaki gunung dan saat pulang. Satu stel
sebagai baju lapangan saat mendaki. Satu stel yang lain sebagai baju
kering yang digunakan saat berkemah. Rain coat dan payung dapat dicoret
dari barang bawaan bila telah membawa ponco. Bila telah membawa lilin,
cukup
membawa batu batere seperlunya untuk menyalakan senter dalam
keadaan darurat. Piring dapat ditinggal di rumah karena wadah makanan
dapat menggunakan rantang memasak atau cangkir.
Bila barang
perlengkapan telah terkumpul, masukkan semua ke dalam ransel. Jangan
biarkan ada sejumlah barang seperti cangkir atau sandal diikat di luar
ransel. Selain tidak sedap dipandang, risiko hilang selama pendakian,
amat besar. Meski demikian, ada beberapa barang yang ditolerir bila
ditaruh di luar ransel dan diikat dengan tali webbing ransel. Misalnya,
matras karet dan tiang tenda. Namun, yakinkan, semua telah diikat dengan
kencang.
Menaruh barang di dalam ransel amat berbeda dengan cara
memasukkan buku-buku pelajaran dalam daypack (ransel kecil yang biasa
digunakan ke sekolah).
Buku pelajaran, baju praktikum,
kalkulator dapat kita cemplungkan begitu saja ke dalam daypack.
Sebaliknya, barang-barang pendakian harus dimasukkan dalam ransel dengan
aturan tertentu sehingga mengurangi rasa sakit saat memanggul dan
menghindari ruang kosong dalam ransel.
Prinsip pengepakan barang dalam ransel.
1. Letakkan barang ringan di bagian bawah dan barang berat di bagian atas.
2. Barang-barang yang diperlukan paling akhir (misalnya peralatan
kemping dan tidur), ditaruh di bagian bawah dan barang yang sering
dikeluar-masukkan(seperti jaket, jas hujan, botol air) di bagian atas.
3. Jangan biarkan ada ruang kosong dalam ransel. Contoh, manfaatkan bagian dalam panci sebagai tempat menyimpan beras.
Untuk itu, langkah pertama mengepak perlengkapan pendakian adalah mengelompokkan barang menurut jenis,
seperti:
a. pakaian dan kantung tidur,
b. alat memasak,
c. tenda,
d. makanan.
Bungkus kelompok-kelompok barang itu dalam kantong-kantong plastik agar mudah dicari.
Sebagian besar pendaki menganggap, mengepak barang merupakan seni tersendiri dan kerap mengasyikkan.
Rabu, 21 November 2012
persiapan mendaki gunung
12.16
No comments









0 komentar:
Posting Komentar